SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Juliansyah menilai rencana pemerintah untuk menjadikan Kotim sebagai tujuan wisata masih berat. Terlebih itu untuk wisata alam dan wisata budaya. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi destinasi wisata itu sulit dilalui oleh wisatawan. 

Tidak jarang, kata dia, para wisatawan dari luar daerah mengurungkan niatnya memilih kembali karena melihat jalan dan akses yang tidak mendukung.

Sebetulnya, banyak potensi pariwisata di wilayah utara. Salah satunya yang sudah banyak dikenal yakni Betang Tumbang Gagu di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang. Rumah khas Dayak ini dibangun pada tahun 1870 silam dengan konstruksi rumah panggung yang semuanya menggunakan kayu ulin. 

Objek wisata budaya ini sudah banyak dikunjungi wisatawan, bahkan wisatawan asing. Namun, sebagian besar wisatawan datang melalui kabupaten tetangga yakni Katingan karena akses jalannya lebih mudah.

"Sekarang jalan darat sudah tembus ke Tumbang Gagu. Kami meminta ini menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten agar terus ditingkatkan. Sehingga, banyak wisatawan datang ke Kotawaringin Timur untuk ke objek wisata ini. Dampaknya tentu akan positif bagi daerah dan masyarakat," kata Juliansyah, Minggu, 1 Maret 2020. 

--page

Juliansyah juga meminta perusahaan besar swasta yang beroperasi di wilayah utara membantu perbaikan jalan dan jembatan agar akses masyarakat semakin lancar.

Menurutnya, masyarakat pasti akan terus mendukung kemajuan perusahaan jika perusahaan memberikan kontribusi dan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan daerah. (NACO/B-7)