BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan atau SNLIK dalam tiga tahun terakhir, terdapat peningkatan pemahaman keuangan atau literasi keuangan di kalangan masyarakat.
"SNLIK ketiga yang dilakukan OJK tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan yang meningkat dibandingkan tahun pertama OJK berdiri," kata Otto kepada Borneonews pada Selasa, 3 Maret 2020.
Indeks literasi keuangan menurut Otto di tahun ketiga ini telah mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%.
"Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%," jelasnya.
Maka dalam kurun tiga tahun terakhir, lanjutnya, terdapat peningkatan pemahaman keuangan masyarakat sebesar 8,33%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan atau inklusi keuangan sebesar 8,39%.
--page
Peningkatan tersebut menurut Otto merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah pusat dan daerah, OJK, kementerian atau lembaga terkait, Industri Jasa Keuangan dan berbagai pihak lain.
"Dengan adanya sinergi dan kerja keras tersebut target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah melalui Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif atau SNKI sebesar 75% pada tahun 2019 telah tercapai," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)








