BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah titik wilayah Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat kebanjiran pascahujan deras mengguyur pada Senin, 2 Maret 2020 malam hingga Selasa dini hari. Salah satunya di Desa Pandu Senjaya. Dari data yang dihimpun borneonews, banjir di desa tersebut melanda 8 RT.
Delapan RT yang kebanjiran itu di antaranya RT 04, RT 14, RT 15, RT 18, RT 17, RT 21, RT 22, dan RT 28. Adapun total rumah yang digenangi air kurang lebih 27 unit rumah.
Kepala BPBD Kobar Petrus Rinda melalui Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kobar Pahrul Laji mengatakan, kondisi saat ini sudah mulai surut dan hanya beberapa rumah saja yang masih kebanjiran.
"Hingga pagi ini masih ada beberapa rumah warga yang kebanjiran," ujarnya, Selasa, 3 Maret 2020.
Dampak banjir juga menyebabkan adanya jembatan yang runtuh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
--page
"Evakuasi korban banjir, semua berjalan lancar. Saat ini tim masih berada dilokasi," ungkapnya.
Diinformasikan bahwa, selain melanda Desa Pandu Senjaya, banjir juga terjadi di Desa Sungai Melawen dan Desa Pangkalan Dewa. Penyebabnya, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur selama kurang lebih 8 jam. Untuk di Desa Pandu Senjaya, ketinggian air mencapai 50 - 75 cm. (DANANG/B-7)








