BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dampak mewabahnya virus corona di negara Cina dan saat ini ada 2 WNI di dalam negeri yang positif terinfeksi virus berkode COVID-19 ini ternyata memicu kelangkaan masker di berbagai daerah.
Bahkan bila ada apotek yang menjual masker tersebut, harganya juga sangat mahal. Berdasarkan pantauan di beberapa apotek di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini harga masker perlembar berkisar sekitar Rp 10 ribu.
Menurut Vika, salah seorang pegawai sebuah apotek di Pangkalan Bun, ia sendiri tidak mengerti penyebab naiknya harga masker saat ini.
"Untuk harga masker per-kotak saat ini harga jualnya mencapai Rp 500 ribu. Karena kami mendapatkan masker tersebut dengan harga yang tinggi sejak ditingkat distributor. Bahkan jenis masker N95 harganya bisa mencapai Rp 700 ribu per-kotak," ujarnya
Saat ini menurut Vika, harga jual masker perlembar juga meningkat drastis. "Dulu harga masker per lembar cuma Rp 1.000. Setelah merebaknya kabar virus corona beberapa waktu lalu, harganya mulai merangkak naik. Saat ini perlembar masker harganya Rp 10 ribu," jelasnya.
--page
Cerita serupa juga dituturkan oleh Ari, seorang pegawai apotek di Pangkalan Bun. Menurutnya stok masker di apoteknya saat ini menipis dan pesanan masker di tingkat distributor masih kosong.
"Dari kemarin saya pesan ke distributor jawabannya kosong terus. Sudah beberapa distributor langganan yang saya hubungi jawabannya tetap sama. Kemarin saya cuma dapat dua kotak. Itu saja harganya sangat mahal, mencapai di atas Rp 400 ribu," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








