SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II  DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana meminta agar pengawasan terhadap pupuk subsidi diperktetat. 

Selain itu perlunya pengawalan terhadap pupuk subsidi ini hingga sampai kepada tangan kelompok petani.

Hal ini disampaikannya menyikapi keluhan sejumlah petani di Kotim sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dari agen atau distributor penyalur.

“Saya harap soal pupuk subsidi ini adalah barang negara yang disubsidi dengan objeknya adalah petani. Maka dari itu perlu diawasi sehingga betul-betul sampai kepada petani bukan kepada oknum,” katanya.

Syahbana  mengakui kebutuhan pupuk untuk di Kotim ini cukup banyak. Meski dia tidak memiliki data yang resmi namun apabila diperhitungkan dan dialokasikan dari jumlah petani maka banyak sekali pupuk subsidi yang dialokasikan. 

--page

Hal semacam ini tidak diketahui masyarakat, sehingga barang tersebut sangat mungkin disalahgunakan. Sama halnya dengan BBM subsidi. 

"Cuma pupuk ini  tidak mencuat seperti BBM. Padahal di situ ada miliaran anggaran pemerintah pusat dikucurkan untuk membayar subsidi tersebut,” tegasnya.

Syahbana meminta agar dinas perindustrian dan perdagangan bersama dinas pertanian melakukan pengawasan dan sinergitas agar sasaran dari program subsidi pemerintah itu tidak dipermainkan oknum di lapangan. (NACO/B-6)