BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, produksi pakan ikan yang ada di UPTD Balai Benih Ikan atau BBI Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, masih terkendala mahalnya bahan baku. Hal itu karena harus didatangkan dari luar daerah.
"Dulu kita pernah uji coba di pabrik, ternyata harganya tidak mampu bersaing karena lebih mahal dari pada harga di pasaran," katanya, Jumat, 6 Maret 2020.
Terkait itu, Fairid meminta Dinas Perikanan berinovasi secara mandiri menciptakan pakan ikan dengan biaya yang murah dengan nilai gizi memenuhi standar pakan di pasaran.
"Kemandirian budidaya ikan sangat mempengaruhi nilai keberhasilan usaha terutama harus mampu menekan modal biaya," harapnya.
Menurutnya, kemampuan menekan biaya produksi akan sangat berdampak pada masyarakat pembudidaya ikan, disamping meningkatkan daya saing produk lokal.
--page
"Tentu secara dukungan kita lakukan secara bertahap untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam pengembangan ikan yang ada di BBI Banturung," pungkasnya. (HENDRI/B-7)








