BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto mengaku tidak sependapat alias tidak setuju, terutama imbauan untuk menghentikan sementara waktu melakukan salam berjabat tangan antara peserta didik dengan guru.
"Di sini saya tidak setuju, imbauan menghentikan berjabat tangan sementara waktu. Padahal jabat tangan merupakan salam dan ciri khas dari budaya Indonesia. Lalu gantinya salam yang bagaimana," katanya, Jumat, 6 Maret 2020.
Dia menambahkan, seharusnya dalam imbauan tersebut hendaknya ditekankan bagaimana warga sekolah meningkatkan kesehatan peserta didik.
“Seharusnya guru dan seluruh warga sekolah membiasakan gerakan cuci tangan dengan menggunakan sabun. Ini poin yang lebih tepat dibanding menghentikan berjabat tangan sementara waktu," ujarnya.
Ketua DPRD Palangka Raya mengharapkan, penyelenggara atau lembaga pendidikan bisa menempatkan situasional saat ini sebagai upaya membangun kemandirian dalam menjaga kesehatan.
--page
"Peran sekolah harusnya mendorong bagaimana menumbuhkan kesehatan lingkungan dan kesehatan peserta didik termasuk warga sekolah lainnya," tutupnya.
Apa yang disampaikan Sigit K Yunianto ini menyikapi surat imbauan dari Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan kota setempat. Salah satu poinnya, menghentikan sementara waktu siswa, guru dan seluruh warga sekolah dalam melakukan salam berjabat tangan. (NOPRI/B-7)








