BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus meningkatkan perhatian dan upaya pemberdayaan terhadap petani, dengan mengasuransikan sawah padi seluas 4.611 hektare pada musim tanam Oktober - Maret ini.
Perlindungan asuransi untuk 270 kelompok tani tersebut guna meminimalisasi kerugian apabila terjadi gagal panen, akibat curah hujan yang tinggi dan serangan hama.
"Kita menyiapkan asuransi untuk musim tanam Oktober - Maret maupun musim tanam April - September nanti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi usai meninjau sawah yang terendam banjir di Desa Runggu Raya, Jumat, 6 Maret 2020.
Menurutnya, penyuluh pertanian akan terus memonitor kondisi air dan tanaman padi pasca banjir di semua desa yang terdampak banjir, jika memang tidak bisa dilanjutkan atau gagal panen, maka akan diupayakan untuk dilakukan klaim asuransi.
Sementara itu, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Paku, Asbel Serep, mengharapkan dengan perlindungan asuransi yang diberikan memberikan harapan bagi petani untuk dapat bertahan dan meminimalisasi kerugian.
--page
"Asuransi ini bukan tujuan, tapi penyemangat bagi mereka agar ke depan tetap berusaha tani atau menanam sekalipun sempat gagal," kata dia. (BOLE MALO/B-11)








