BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Rudianur menegaskan kepada pemerintah untuk tidak mengesampingkan perhatianya untuk sekolah swasta agar tidak terkesan jadi anak tiri.
Mulai dari akademik hingga urusan fasilitas penunjang sekolah harus diperhatikan. Tahun ajaran ini DPRD akan turun tangan langsung melihat sistem di lapangan, sehingga bisa menarik benang merah yang menyebabkan sekolah swasta kian minim peminat.
DPRD menduga ini karena kouta di sekolah negeri terlalu besar. Mestinya dibatasi dengan konsisten dan tegas. Karena sekolah swasta dan negeri itu punya tujuan yang sama
"Orientasi sama semua untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka dari itu kita harapkan Pemkab tidak ada kesan menganaktirikan sekolah swasta,“ kata Rudianur, Jumat, 6 Maret 2020.
Dia mencontohkan saat menjelang penerimaa peserta didik baru nanti, pemerintah kabupaten mesti mengantisipasi bagaiamana caranya agar sekolah swasta juga mendapatkan siswa. Salah satunya dengan sistem kouta yang ada di setiap sekolah harus dibatasi.
--page
Sehingga ketika sudah mencukupi kouta sekolah negeri jangan diberikan ruang baru untuk menambah. Jangan sampai ada kesan sekolah negeri yang monopoli, akibatnya karena kouta penerimaan tidak dibatasi sekolah swasta tidak kebagian peserta didik
Rudianur mengeaskan agar jangan sampai ada sekolah swasta di Kotim ini yang tutup akibat ketidak berpihakan pemerintah.
Salah satunya karena tidak mendapatkan peserta didik. Pemerintah mesti mengatur kouta peserta didik sehingga sekolah swasta tetap mendapatkan siswa dan tetap beroperasional.
Sekolah swasta, lanjutnya, seharusnya juga mendapat perhatian dari pemerintah. Karena menurutnya, tidak ada perbedaan sekolah swasta dengan negeri.
Apabila hal demikian terjadi di Kotim maka lambat laun sekolah swasta akan tutup. Berbicara soal kualitas, sekolah swasta tidak kalah bersaing, bahkan untuk kota besar sekolah swasta lebih banyak diunggulkan. (NACO/B-6)








