TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sawah seluas 80 hektare yang ditanami padi di Desa Ipu Mea, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, aman dari dampak banjir yang melanda sejak beberapa hari terakhir.

"Semua aman, mudah-mudahan sampai masa panen tidak ada masalah," kata Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karusen Janang, Aryani, saat mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan meninjau lahan sawah di Desa Ipu Mea dan Desa Wuran, Sabtu, 7 Maret 2020.

Dia mengatakan, padi di Desa Ipu Mea maupun Desa Wuran sempat diserang hama ulat penggerek batang padi. Namun, segera diatasi penyuluh yang bertugas di kedua desa tersebut dengan penyemprotan pestisida bantuan dari Dinas Pertanian.

Sekalipun di Desa Wuran masih banyak lahan sawah yang tergenang banjir, namun Aryani berharap di desa ini petani tidak mengalami gagal panen akibat banjir maupun serangan hama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi mengingatkan petani di kedua desa tersebut agar melakukan pengendalian secara bersama-sama, jika terjadi ledakan serangan hama.

--page

"Kalau sendiri-sendiri nanti hamanya tidak punah dan bisa jadi kembali menyerang tanaman padi. Petani juga agar memanfaatkan bantuan pemerintah seperti obat-obatan dan alat pertanian untuk meningkatkan hasil panen," kata Riza.

Dia juga meminta penyuluh yang bertugas di setiap desa agar memonitor tanaman padi di wilayah tugas hingga masa panen tiba.

"Kalau penyuluh selalu memantau, ketika ada serangan hama bisa segera diatasi sehingga petani tidak gagal panen," tegasnya. (BOLE MALO/B-11)