BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pengembangan komoditas tanaman kopi robusta di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara (Aruta).
Bupati Kobar Nurhidayah pada Senin, 9 Maret 2020 mengatakan, lahan demplot seluas 20 hektar sudah disiapkan di Bukit Durian Balobu di desa tersebut.
"Launching penanaman pohon kopi sudah dilakukan 7 Maret 2020. Harapannya dengan pengembangan komoditas kopi ini, mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," kata bupati.
Bupati menjelaskan, pengembangan tanaman kopi ini merupakan upaya lain dalam bidang perkebunan, selain kelapa sawit.
"Diprediksi kedepan kopi akan menjadi tanaman primadona bagi masyarakat lantaran kopi yang ditanam ini bernilai tinggi," ungkapnya.
--page
Bupati menambahkan, Pemkab Kobar juga mendatangkan tim pendamping dari Balai Besar Surabaya. "Selain itu dalam kegiatan louncing kemarin, kami juga menghadirkan petani kopi yang telah sukses dari Kabupaten Pasuruan untuk memberikan motivasi bagi masyarakat Desa Penyombaan. Karena pengembangan tanaman kopi ini sangat menjanjikan secara ekonomi,” jelas bupati.
Untuk tahap awal, pihaknya akan menanam kopi jenis robusta di atas lahan 20 hektare dari 150 hektare yang disiapkan. Bupati pascalaounching menyampaikan petani nantinya akan mendapatkan pendampingan.
"Untuk tahap awal ini baru digarap 20 hektar. Alhamdulillah kemarin saat louncing pengembangan kopi, disambut antusias oleh warga desa. Mereka mengatakan bahwa tanaman kopi ini membawa harapan baru bagi masyarakat. Karena saat ini penghasilan dari kelapa sawit sudah menurun. Selain itu masyarakat pun mulai meninggalkan usaha penambangan," tutur bupati. (WAHYU KRIDA/B-7)








