BORNEONEWS, Sampit - Aksi borong gula pasir dilakukan pembuat kue di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan alasan persiapan bulan Ramadan. Hal itu lantaran harga gula pasir di daerah ini sudah naik hingga Rp 18 ribu per kilogram.
"Saat ini harganya mencapai Rp 18 ribu. Sebelumnya hanya Rp 12 ribu per kilogram," ujar Roni, pedagang sembako di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Rabu, 11 Maret 2020.
Banyaknya pembuat kue di Sampit menyetok gula pasir tersebut, karena khawatir harga gula semakin naik. Sehingga mereka menyiasati untuk membeli lebih awal, sebagai persediaan untuk membuat kue nantinya.
"Mereka membeli untuk stok, sehingga saat ini gula pasir menjadi buruan pembuat kue," kata Roni.
Kondisi tersebut hampir setiap tahun terjadi. Dan sudah hal yang biasa dialami jelang bulan suci Ramadhan. Dan harga tersebut juga sudah naik dari ditributor gula. Bukan dari pihak pedagang sendiri.
"Kenaikan sudah terjadi dari distributor. Sehingga kami terpaksa menaikan juga. Karena kami tidak ingin rugi," terang Roni.
Pihak pedagang sendiri berharap harga kembali turun. Karena pihaknya juga sering diprotes pembeli. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








