BORNEONEWS, Buntok - BPBD Kabupaten Barito Selatan membangun posko siaga bencana dalam menghadapi banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Barito Selatan, Alip Suraya mengatakan posko ini dibangun karena sejumlah desa yang ada di bantaran DAS Barito sudah mulai dilanda banjir.
Debit air disejumlah desa mulai mengalami kenaikan. Meski demikian kondisi banjirmasih belum mengkhawatirkan, dan belum membahayakan bagi masyarakat.
Dia membeberkan, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi banjir ini tidak terlalu lama. Dalam dalam minggu ini juga diprediksi ada kondisi cuaca ekstrem.
Pada posko yang petugasnya standby 1X24 jam sudah menyiapkan logistik dalam penanggulangan bencana banjir.
--page
Sedangkan penyaluran bantuan lainnya yang bergerak kewenangan dinas sosial, karena beras bantuan sudah tersedia sekitar 100 hingga 200 ton di Kantor Seksi Logistik Buntok.
Dia menambahkan, kalau memang debit air terus mengalami peningkatan, BPBD akan menetapkan status, dan dinas sosial yang berwenang untuk menyalurkan bantuannya kepada masyarakat yang terdampak banjir disejumlah desa.
Sementara itu Camat Dusun Utara, Arjani Suni mengatakan sejumlah desa yang dilanda banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 30 cm.
Selain desa di wilayah Kecamatan Dusun Utara, Karau Kuala, Dusun Hilir dan Jenamas, sejumlah rumah warga yang ada di pinggir sungai Barito tepatnya di Jalan Sepakat Buntok juga mengalami kebanjiran. (URIUTU DJAPER/B-6)








