PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rusaknya alat parkir elektronik di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menjadi pertanyaan apa penyebabnya. Ternyata alat ini sudah beberapa kali diperbaiki, namun rusak lagi akibat disambar petir.

Direktur Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, Fahrudin mengatakan alat parkir elektronik sudah pernah dilakukan perbaikan, namun kembali rusak akibat persoalan yang sama, yaitu disambar petir.

"Kerusakan yang kedua ini sudah diusahakan untuk diperbaiki. Sempat normal sehari, tapi rusak lagi dan kita usaha untuk memperbaiki alat tersebut, " ujarnya, Rabu, 11 Maret 2020.

Terkait dengan kritikan dari dari DPRD Kobar ini sangat baik untuk perbaikan ke depan. Pihaknya juga menyadari bahwa alat parkir saat ini kondisinya memang rusak.

Saat ini pengelolaan parkir elektronik idiserahkan Pemkab kepada rumah sakit. Pungutan parkir pengunjung dananya 60 persen masuk ke kas daerah dan 40 persen untuk gaji petugas parkir di rumah sakit.

--page

Diketahui, saat parkir rumah sakit dikelola pihak ketiga yang disetorkan ke kas daerah hanya Rp 10 juta per bulan. Setelah dikelola rumah sakit yang disetorkan meningkat mencapai Rp 28 sampai Rp 30 juta per bulan.

"Saat diberlakukan parkir elektronik dan setelah rusak tidak ada pengurangan yang disetorkan ke kas daerah sebanyak 60 persen dari seluruh pungutan parkir. Nilai PAD yang disetorkan juga sama. Tidak ada pengurangan secara signifikan dan kita berusaha untuk transparan,"ungkapnya.

Saat ini meski alat rusak, tapi bagi penunggu pasien telah digratiskan, sehingga bisa keluar masuk secara bebas dan tidak dipungut biaya. Asalkan mereka melapor kepada petugas di rumah sakit. (DANANG/B-6)