BORNEONEWS, Sampit - Dari sejumlah bakal calon yang terus mencuat. Dua nama bakal calon yakni Ketua DPC PAN Kotim, Muhammad Rudini dan Ketua DPC Demokrat Kotim, Parimus berpeluang besar bakal berpasangan.
Apalagi keduanya punya kesamaan. Bahkan keduanya kini sudah merampungkan perahu politiknya. Hanya koalisi PAN-Demokrat total 11 kursi yang nampaknya akan digunakan pasangan tersebut.
Bahkan duet keduanya kian menguat. Kekuatan Muhammad Rudini-Parimus bakal siap bersaing dengan calon lain. Apalagi keduanya sama-sama ketua partai besar dan teruji dalam pemilihan legislatif lalu.
Cukup dengan partai keduanya, mereka sudah bisa melenggang di Pilkada Kotim. Dari catatan Pileg lalu Parimus mendapatkan suara terbanyak di antara seluruh calon anggota legislatif.
Sementara itu Muhammad Rudini merupakan pemenang kedua di Pilkada Kotim 2015 dengan perolehan suara 27,88 persen.
--page
Bermodalkan pengalaman pencalonan itu Rudini menjajali kembali pilkada kali ini. Bahkan sejauh ini mereka sudah betkomunikasi.
"Memang ada kesepahaman dan kecocokan, ini sangat terbuka koalisi antara PAN dan Demokrat,” kata Parimus. Anggota DPRD Kotim 3 periode ini menyebutkan Partai Demokrat tegas menyatakan akan mengusung kader sendiri.
Sehingga dia kian percaya diri untuk maju di pilkada kali ini bahkan siap jika harus mundur dari DPRD Kotim.
Parimus mengakui bahwa dia maju ke pilkada tentunya melalui perhitungan dan kalkulasi yang matang, analisa berdasarkan survei serta data pendukung lainnya menjadi indikator pengambilan keputusannya.
Meski begitu Parimus mengaku kecewa dengan oknum tertentu yang ingin mendapatkan perahu Demokrat dengan cara main atas. Mereka maju langsung ke DPP di Jakarta dengan harapan mendapatkan rekomendasi.
--page
Namun ternyata justru sebaliknya oknum bakal calon dimaksud justru tidak membuahkan apapun. Menurutnya ada oknum seolah-olah mau membuat partai ini bukan organisasi politik, dia langsung ke Jakarta mengurus.
Tapi dia tidak tahu jika Ketua Umum Partai Demokrat Pak SBY menegaskan sifat partai ini adalah organisasi, segala sesuatunya ada tahapan dan mekanisme mulai dari tingkat DPC, DPD hingga DPP. "Demokrat sudah menegaskan akan mengusung kader," pungkasnya. (NACO/B-6)








