BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam menyikapi fenomena virus corona atau covid-19 dibeberapa negara belakangan ini, di Indonesia sebenarnya ada yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan masalah virus itu sendiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Achmad Rois menjelaskan, sebenarnya stigmatisasi terhadap orang dalam pengawasan (ODP) covid-19 dan kepanikan di masyarakat, dianggap lebih berbahaya.
"Karena kepanikan ini berpotensi membuat situasi tidak kondusif di masyarakat. Akibatnya dibeberapa tempat sempat terjadi adanya pihak yang memborong masker hingga terjadi kelangkaan stok, serta memborong sembako," jelasnya.
Rois menjelaskan untuk mencegah berkembangnya dan terjadinya penularan covid-19 sebenarnya bisa dilakukan tiap individu dengan mudah.
"Corona merupakan virus yang dibungkus oleh mantel berbentuk glycoprotein, namun virus ini bisa hancur bila terkena deterjen dan disinfektan," jelasnya.
--page
Artinya bila seseorang diduga memegang benda yang tetpapar virus dan kemudian mencuci tangan serta benda lain yang dianggap terpapar covid-19, maka virus tersebut akan mati.
"Selain itu kekebalan tubuh juga bisa melawan virus tersebut. Bila kondisi kesehatan tiap individu masyarakat terjaga dengan baik, insya Allah tidak akan tertular virus tersebut," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








