BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Balai latihan kerja atau BLK yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Seruyan, hingga saat ini masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurut Plt Kadis Nakertranspar Seruyan Budi Rahman, salah satu hal yang masih terbatas adalah ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan pelatihan kerja.
“Ruangan untuk pelatihan kerja kita lihat saat ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan untuk penambahan luasan bangunan, agar bisa lebih maksimal pada saat kegiatan pelatihan,” jelasnya, Jumat, 13 Maret 2020.
Untuk hal itu, pihaknya berencana mengusulkan anggaran perluasan bangunan balai latihan kerja Seruyan melalui anggaran APBD Seruyan.
Selain itu, Budi Rahman berharap, adanya alokasi anggaran yang diberikan pemerintah pusat melalui APBN, untuk memaksimalkan keberadaan BLK Kabupaten Seruyan.
--page
“Keberadaan BLK Seruyan terus kita maksimalkan untuk berbagai kegiatan pelatihan kerja, seperti tahun ini, ada 5 kegiatan pelatihan kerja yang kita laksanakan disana,” tandasnya. (FAHRUL/B-7)








