BORNEONEWS, Nanga Bulik - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lamandau mengungkapkan, penderita yang terdeteksi mengidap Human Immunodeficiency Virus serta Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) saat ini telah mencapai angka 46 orang.
Angka tersebut menunjukkan tren jumlah penderita HIV/AIDS di Bumi Bahaum Bakuba terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
"Peningkatan jumlah penderitanya dari tahun ke tahun sangat cepat. Paa tahun 2015 lalu penderita yang terdeteksi hanya empat orang, kemudian di tahun 2016 bertambah empat orang, 2017 bertambah 10 orang, 2018 bertambah 10 orang lagi, dan 2019 bertambah 17 orang , sehingga per desember 2019 total mencapai 45 orang. Ditambah lagi data yang baru masuk tahun (2020) ini ada satu penderita lagi dinyatakan positif, sehingga total semuanya menjadi 46 orang," ungkap Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto yang juga merupakan ketua pelaksana harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lamandau, Jumat 13 Maret 2020.
Riko juga mengatakan, penderita HIV/AIDS seperti halnya fenomena gunung es. Artinya, kata dia, jika diketahui total penderita saat ini adalah 46 orang, rasionya hanya 19 persen saja yang muncul di permukaan.
"Sehingga ada potensi sekitar 81 persen lagi pengidap atau penderita yang belum atau tidak terdeteksi. Bisa jadi karena malu untuk melapor atau memeriksakan kesehatannya, atau bahkan karena faktor ketidaktahuan bahwa yang bersangkutan itu sudah tertular," jelas dia.
--page
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau Friarayatini memastikan, dari 46 penderita HIV/AIDS di Lamandau empat orang di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.
"Dari 44 orang lainnya, tujuh orang diantaranya saat ini masih rutin melakukan pengobatan. Namun selebihnya ada yang 'loss contac', ada pula yang enggan berobat karena harus rutin ke di luar daerah seperti ke ke Pangkalan Bun, mengingat belum adanya klinik VCT (Voluntary, Counselling and Testing) dan CST di Lamandau saat ini," kata dia.
(HENDI NURFALAH/m)








