BORNEONEWS, Nanga Bulik - Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangain AIDS (KPA) Kabupaten Lamandau Riko Porwanto, mengajak semua pihak untuk sama-sma melakukan upaya pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus atau HIV yang dapat menyebkan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau AIDS.
Riko yang juga merupakan Wakil Bupati Lamandau itu mengatakan, ada banyak cara menekan peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS, seperti halnya dengan mengampanyekan akan bahaya dari dampak virus mematikan tersebut dengan cara jauhi penyakitnya bukan orangnya.
Riko juga membagi tips agar peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Lamandau tidak terus bertambah, yakni dengan cara setia terhadap pasangan.
"Saya yakin semua orang itu sudah tahu bahwa potensi penularan HIV itu bisa terjadi melalui hubungan biologis yang bisa terjadi karena sering berganti-ganti pasangan. Artinya, cara mencegahnya itu ya tinggal setia saja terhadap pasangannya masing-masing. Termasuk yang terpenting lagi jangan coba-coba jajan di luar," kata Riko, Jumat 13 Maret 2020.
Riko juga mengatakan, penderita HIV/AIDS seperti halnya fenomena gunung es. Artinya, kata dia, jika diketahui total penderita di Lamandau saat ini sudah mencapai 46 orang, rasionya hanya 19 persennya saja yang muncul dipermukaan. Karena, dari satu orang penderita saja bisa berpotensi menularkan kepada 150 orang lain.
--page
"Sehingga ada potensi sekitar 81 persen lagi pengidap atau penderita yang belum atau tidak terdeteksi, bisa jadi karena malu untuk melapor atau memeriksakan kesehatannya, atau bahkan karena faktor ketidaktahuan bahwa yang bersangkutan itu sudah tertular," jelas dia.
Riko mengungkapkan, berdasarkan data KPA jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat. Bahkan di Kalimantan Tengah, total penderitanya terdeteksi mencapai 1.501 per Desember 2019. Terdiri atas 962 orang terdeteksi menderita HIV dan 539 orang AIDS.
(HENDI NURFALAH/m)








