BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, M Kurniawan Anwar menemukan sejumlah drainase yang dangkal. Kondisi tersebut mengakibatkan saluran air tidak berfungsi secara maksimal. Imbasnya, saat musim penghujan tiba, rumah warga kerap kebanjiran.
"Warga mengeluhkan drainase yang tidak berfungsi maksimal. Beberapa warga di komplek Pepabri RT 42 Kelurahan MB Hulu menyampaikan keluhan mengenai drainase yang tidak optimal mendistribusikan air ke sungai mentaya, dampaknya beberapa rumah warga ada yang tergenang air hingga ke dalam rumah," katanya, Sabtu, 14 Maret 2020.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, menurut politisi PAN itu, dirinya langsung berkoordinasi dengan lurah setempat agar keluhan itu dicarikan solusi.
"Setidaknya persoalan itu bisa di atasi dengan segera. Kasihan warga yang rumahnya terendam," tegasnya.
Pihak kelurahan, lanjut dia dan tim teknis sedang menghitung segala kebutuhan dan mempersiapkan tim untuk segera mengatasi masalah ini.
--page
"Kami menegaskan agar dinas terkait sudah punya program khusus untuk segera menindaklanjuti permasalahan semacam ini. Sehingga tidak ada lagi saluran di pemukiman warga yang tidak berfungsi," tegasnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menggalakan kembali budaya gotong-rotong untuk menjaga aliran drainase tidak tersumbat.
"Setidaknya jika aktif gotong-royong kawasan yang ada bisa terjaga dengan baik. Itu yang perlu juga rutin dilakukan," pungkasnya. (NACO/B-7)








