BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Susi Idawati menyebut bahwa hingga saat ini transportasi air seperti kelotok masih digunakan oleh sebagian masyarakat.
"Terutama masyarakat yang bermukim di kawasan daerah aliran sungai-sungai besar di Palangka Raya. Transportasi air masih menjadi modal transportasi utama," kata Susi kepada Borneonews, Sabtu, 14 Maret 2020.
Menurut Susi, masyarakat yang masih menggunakan transportasi air ini harus berhati-hati, meskipun seperti diketahui bahwa lalu lintas transportasi di sungai tidak sepadat di jalan darat.
"Memang lalu lintasnya tidak padat, tetapi kecelakaan tetap saja bisa terjadi. Seperti yang baru saja terjadi di daerah Sabangau dan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. Makanya keselamatan diri dan penumpang harus diutamakan," tegas Susi.
Menurut Susi, pemerintah daerah perlu berbenah mengenai keamanan pariwisata perairan, terutama di kawasan Sebangau dan Kereng Bangkirai, tempat lokasi kecelakaan terjadi.
--page
"Sistem keamanannya harus ditingkatkan, baik itu keamanan penumpang di perahu, rambu-rambu lalu lintas periaran dan sebagainya. Termasuk penggunaan pelampung," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)








