BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beberapa pekan terakhir ini harga sejumlah kebutuhan pokok di Pangkalan Bun mengalami kenaikan.
Salah satunya harga gula pasir. Menurut pedagang, naiknya harga gula ini terjadi karena merebaknya virus corona mulai menyebar disejumlah negara, termasuk Indonesia.
"Naiknya harga gula diduga karena virus, kan sudah tidak bisa impor dan gula lokal tidak mencukupi kebutuhan gula di Indonesia," kata Farida karyawan Toko Sinar Baru yang merupakan salah satu agen sembako di Pangkalan Bun, Sabtu, 14 Maret 2020.
Lanjutnya, karena gula lokal tidak mencukupi kebutuhan, maka harga gula sudah dinaikan dari pabriknya, sehingga dijual dengan harga yang cukup mahal dibanding dengan biasanya.
"Ya kakau dieceran itu biasanya Rp 13 - 14 ribu per kilo gram. Kalau sekarang dijual Rp 17 ribu ya wajar mereka ada modal plastiknya, dan ambilan dari agen sudah Rp 790 ribu," katanya.
--page
Selain dugaan karena virus corona, naiknya harga gula juga disinyalir lantaran sudah mendekati bulan Ramadan.
"Ditambah sekarang sudah hampir puasa, pasti harga sembako pada naik, salah satunya gula ini," ujarnya.
Kenaikan harga gula di 2020 ini merupakan tertinggi, sebab ditahun sebelumnya harga gula tidak sampai semahal ini. Bahkan saat ini, gula kemasan sudah tidak ada.
"Gula kemasan sudah tidak ada disini (agen), mungkin pengecer aja yang masih, tapi saya pastikan sudah jarang," pungkasnya. (DANANG/B-6)








