BORNEONEWS, Palangka Raya - Semua elemen pemerintahan dan masyarakat umum tampaknya sedang bergerak perangi wabah corona di Indonesia. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo dalam rilis yang disampaikan melalui grup wartawan kepresidenan usai membahas tindak lanjut terhadap sejumlah langkah kebijakan yang telah diputuskan untuk menghadapi dampak virus korona terhadap perekonomian nasional.
"Saya juga minta agar memaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE, di daerah-daerah tersebut," kata Presiden.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa sektor pariwisata Indonesia juga harus mempromosikan diri dan menyasar wisatawan mancanegara yang batal berwisata ke negara-negara terjangkit wabah korona. Turis asal Republik Rakyat Tiongkong atau RRT yang menjadi salah satu penyumbang wisman terbesar di Indonesia memang mengalami penurunan. Namun, Indonesia masih dapat memanfaatkan peluang untuk mencari wisatawan dari negara-negara lainnya.
"Juga ditingkatkan promosi yang menyasar pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi RRT, Korea, dan Jepang. Saya minta agar insentif dan upaya mendorong ekonomi ini dilakukan secara bersamaan dan saling dukung mendukung," tutur Presiden.
Dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu yang membahas peningkatan indeks daya saing pariwisata serta dampak wabah virus korona, pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) sebagai upaya untuk menggenjot pariwisata nasional.
--page
"Untuk destinasi wisata ke mana, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus yang bisa nanti kita berikan juga minus 30 persen dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50 persen, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus korona," ucapnya saat itu. (TESTI PRISCILLA/B-11)








