SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampit, mewajibkan para siswa-siswi cuci tangan lebih dulu. 

"Pelaksanaan UNBK tetap dilakukan, dan harus cuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke ruang ujian," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi, saat memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Sampit, Senin, 16 Maret 2020. 

Hari ini merupakan hari pertama UNBK. Total seluruh peserta didik SMK di Kotim yang mengikuti UNBK yakni 2.248 orang dari 22 sekolah yang ada di daerah ini. Semua sekolah telah melaksanakan UNBK, dan tidak ada lagi pelaksanaan UNKP. 

"Alhamdulilah semua melaksanakan UNBK, tidak ada lagi yang UNKP," kata Suparmadi. 

Dia berharap, isu Covid-19 saat ini tidak menjadikan peserta didik khawatir berlebihan. Hal ini supaya ujian nasional mereka tidak terganggu dan mendapat hasil memuaskan. 

--page

Suparmadi juga meminta kepada seluruh kepala sekolah dan guru, agar memberikan imbauan kepada muridnya. Terutama terkait dengan hidup bersih, menghindari bersentuhan dan bersalaman. 

"Kita sama-sama berdoa agar Covid-19 tidak menyerang warga Kotim," harap Suparmadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)