BUNTOK –


BORNEONEWS, Buntok – Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Barito Selatan, dari awal tahun hingga Maret 2020 ada 1 kasus penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Barsel, Zainah Rusiana mengatakan, dalam pertahunnya kasus DBD menurun dratis.

Pada tahun 2018 yang lalu ada 63 kasus DBD, 2019 14 kasus dan tahun 2020 dari awal Bulan hingga Maret ini baru 1 kasus DBD.

“Berdasarkan data dan laporan yang masuk baik dari Pustu, Puskesmas dan Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok, hingga Maret 2020 ada satu kasus DBD,” kata Zainah Rusiana kepada Borneonews, Senin, 16 Maret 2020.

Menurutnya, begitu ada laporan baik dari Puskesmas dan Rumah sakit, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan fogging focus dengan areal 200 meter dari lokasi.

--page

“Hal ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue,” jelas dia.

Meski demikian, lanjut dia, saat ini masih musim penghujan perlu kewaspadaan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tidak terserang penyakit DBD.

Upaya untuk melakukan pencegahan, lanjut dia, pihaknya melakukan sistem kewaspadaan dini dengan meningkatkan peran juru pantau jentik (Jumantik).

Menurutnya, peran Jumantik berfungsi untuk memantau keberadaan serta menghambat perkembangan awal dari vektor penular DBD.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus yakni menguras bak mandi, mengubur barang bekas, dan menutup rapat tempat penampungan air serta memberikan bubuk larvasida agar nyamuk tidak berkembang biak.

--page

“Selain itu juga kita mengimbau masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai penyakit terutama DBD dan Corona,” ucap dia.  (URIUTU DJAPER/B-5)