BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Sumardi mengungkapkan saat ini pihaknya masih kekurangan vaksin anti rabies (VAR).
Menurut dia, dengan perbandingan luasan wilayah serta jumlah hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera, seharusnya Kota Cantik memiliki minimal 8.000 dosis VAR pertahun.
Sedangka saat ini yang tersedia baru sekitar 2.500 dosis saja. Hal Ini jelas masih jauh di bawah jumlah dosis yang dibutuhkan untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya rabies.
"Jika tidak tertangani maksimal dikhawatirkan menyebabkan korban jiwa hingga kejadian luar biasa (KLB) rabies,” ungkapnya, Senin 16 Maret 2020.
Pihaknya berharap, pada anggaran perubahan nanti ada tambahan untuk jumlah dosis VAR. Sehingga seluruh hewan penular rabies bisa divaksinasi.
--page
"Nanti akan ada bantuan dari pemerintah provinsi sekitar 2.000 dosis per tahun. Namun jika anggaran mereka terbatas, maka akan terpenuhi setengahnya juga,” pungkasnya. (HENDRI/B-7)








