BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana menghimbau agar masyarakat menggencarkan aksi menanam di lahan kosong. Terkait itu, dia mendorong pemkab memfasilitasi kelompok tani yang punya keinginan untuk menjadikan lahan tidur itu produktif.
Hal tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk menekan munculnya kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya. Sebab jika lahan tidur dimanfaatkan, maka bisa menekan jumlah lahan yang terbakar.
"Kita mesti gencarkan program bercocok tanam kepada warga kita," kata Syahbana, Senin, 16 Maret 2020.
Itu sebagai upaya mempertahankan lahan yang ada dan juga menimbulkan semangat untuk memaksimalkan lahan-lahan yang terbengkalai.
Meski begitu, Syahbana mengakui kendala besar yang dihadapi para petani untuk membuka lahan menjadi areal kebun. Yakni, larangan membuka lahan dengan sistem membakar.
--page
"Di situ mestinya ada kebijakan dan program pemerintah membantu petani membuka lahan dengan menggunakan teknologi land clearing," tukasnya.
Justru, kata Syahabana, dengan kebijakan melarang membuka lahan dengan sistem bakar ini semakin menambah daftar panjang lahan tidur. Seperti yang sebelumnya dimanfaatkan jadi kebun sawah kini dibiarkan terbengkalai.
Petani tidak berani membuka lahan karena terbentur aturan. Dia pun sepakat kebijakan larangan membuka lahan dengan sistem bakar ini harus dievaluasi oleh pemerintah pusat. (NACO/B-11)








