NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan virus corona atau Covid-19. Salah satunya thermo scanner. Terkait itu, Dinas Kesehatan Lamandau saat ini ternyata hanya memiliki 1 unit thermo scanner.

"Yang menjadi kesulitan, kami hanya memiliki 1 ini saja (thermo scanner)," kata plt Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Friarayatini, dalam rapat koordinasi antisipasi penyebaran Covid-19, Senin 16 Maret 2020.

Dia juga menyebut, selama ini Dinkes Lmndau sendiri sudah mencoba mencari alat ini melalui e-katalog. Namun, barang yang biasa harganya hanya berkisar Rp 350 - 400 ribu, kini mencapai tiga hingga empat jutaan.

"Kesulitan kami yang lain yakni keterbatasan jumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan," ujarnya.

Dia menambahkan, hanya memiliki 25 APD. Kalaupun dibagikan ke 11 puskesmas, maka satu Puskesmas hanya kebagian maksimal 2 APD.

--page

Tak hanya menyampaikan terkait sangat minimnya sarana dan prasarana yang tersedia, Friarayatini juga menyampaikan keterbatasan stok disinfektan. Namun demikian, pihaknya akan berupaya membuat disinfektan secara mandiri.

Menyikapi minimnya thermo scanner,  Bipati Hendra Lesmana menginstruksikan agar Dinkes segera menambah jumlahnya. Hendra bahkan meminta agar dalam waktu dekat masing-masing kecamatan dipastikan memiliki alat tersebut.

"Dalam kondisi seperti ini, kita harus siap. Harus segera cari tambahan alatnya, bagaimanapun caranya. Karena thermo scanner ini saya rasa cukup penting mengingat fungsinya sebagai pendeteksi suhu tubuh. Repot jika kita hanya punya satu alat saja," tegas dia. (HENDI NURFALAH/B-11)