BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Timur akan mengadakan pelatihan komputer gratis untuk 1.500 warga.
Cemara, begitu nama program pelatihan gratis itu. Atau singkatan dari Program Cerdaskan Masyarakat dan Potensi Sumberdaya. Program ini akan dibuka secara resmi oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas pada 26 April 2020.
Dari program itu, perlu diketahui sosok di balik gagasan kursus gratis bernama Program Cemara yang tidak membebani APBD Barito Timur tersebut.
Sosok itu adalah Awiek Hadi Widodo, Owner LPK Pradata Komputer Tanjung-Tabalong yang berdiri sejak tahun 2013. Di Kabupaten Tabalong, program yang serupa dikenal dengan nama Jikamaka atau Jika Belajar Maka Bisa.
Tak hanya mengembangkan program pelatihan komputer gratis bernama Jikamaka, Awiek juga membina Komunitas Sosial Bernama Kunang-Kunang yang bergerak di bidang perlindungan anak, perlindungan perempuan dan wirausaha, serta Komunitas Katike yang berfungsi untuk membangun pola pikir yang baik bagi mantan pelaku kriminal.
--page
Hingga tahun 2019, di Kabupaten Tabalong lebih dari 8.000 peserta pelatihan gratis komputer yang diluluskan melalui Program Jikamaka.
"Untuk di Barito Timur, Program Cemara adalah sebuah program pelatihan yang berbasis informasi dan teknologi yaitu pendidikan komputer. Pelatihannya dilaksanakan selama 17 hari, masuk tiap hari. Dan setiap harinya hanya satu jam belajar," kata Awiek Hadi Widodo, Selasa 17 Maret 2020.
Peserta kursus diberi kebebasan untuk memilih kelas pagi, siang, sore atau malam.
"Di samping belajar komputer, peserta juga akan diberikan materi motivasi dan pengembangan diri setiap hari Sabtu. Ini diisi sejumlah narasumber seperti trainer, pengusaha, psikolog, motivator, dan pelaku UKM," lanjutnya.
Setelah masa belajar selesai, peserta kursus akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani Bupati Barito Timur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat.
--page
Dia mengungkapkan, jika peserta harus membayar setiap paket pelatihan, paling tidak harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,5 juta.
"Berarti kalau disubsidi oleh pemerintah daerah, harus mengeluarkan anggaran sedikitnya Rp 2,25 miliar untuk peserta yang lebih dari 1.500 orang," ungkapnya.
Awiek menjelaskan punya metode khusus agar pelatihan dengan jumlah peserta yang sangat besar ini dapat dibiayai dengan anggaran yang sangat minim. Bahkan social entrepreneur yang membina 130 entrepreneur muda ini menjelaskan 50 instruktur yang akan memberikan pelatihan nanti tidak digaji.
"Sampai hari ini sudah lebih dari 1.500 peserta yang mendaftar, kami masih buka pendaftaran secara online sampai tanggal 22 Maret," pungkas Awiek. (BOLE MALO/B-11)








