BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari mengatakan bahwa kegiatan kampanye dari calon peserta pemilihan umum harus diawasi ketat, terutama kampanye yang dilakukan melalui dunia maya. Pengawasan ini harus dilakukan agar kampanye yang dilakukan tidak sampai melanggar norma.
"Dunia maya sekarang ini sudah sangat mudah diakses sehingga menjadi wadah yang paling mudah dimanfaatkan untuk melakukan kampanye. Karena semua pihak bisa mengaksesnya, maka kita minta penyelenggara pemilu untuk mengawasi kampanye melalui dunia maya agar tetap pada koridor dan tidak melanggar norma," kata Tantawi kepada Borneonews pada Kamis, 19 Maret 2020.
Pengawasan ini menurut Tantawi harus dilakukan karena efek dari penyebaran informasi melalui dunia maya bisa menjadi positif atau negatif, ada pro dan kontra di dalamnya.
"Harus ada pengawasan terhadap norma yang ditetapkan dan dipatuhi terkait penyebaran informasi kampanye melalui dunia maya, baik itu media sosial, atau grup-grup jaringan seluler," tuturnya.
Cara kampanye yang dilakukan pun menurut Tantawi bisa beragam dan dengan berbagai cara sesuai aturan yang berlaku pada saatnya nanti.
--page
"Yang kita mau, kampanyenya bersih. Yaitu fokus pada kelebihan calon dan tidak memulai konflik di antara kandidiat. Kampanye yang merusak citra lawan inilah yang kami maksud kampanye terselubung dan ini harus diawasi ketat," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








