BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kobar memastikan stok kebutuhan bahan pokok terutama beras, masih mampu bertahan untuk 1 tahun kedepan.
Bupati Kobar Hj Nurhidayah menyampaikan masyarakat Kobar tidak perlu kahawatir, berdasarkan laporan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Pangkalan Bun stok kebutuhan beras cukup untuk 1 tahun.
"Kalaupun ada hal yang luar biasa, kita masih ada jaringan dengan kordinasi bersama dinas pasar, sehingga masyarakat jangan panik dengan adanya Covid-19 ini," ujarnya, Kamis, 19 Maret 2020.
Sementara itu, Lenny Kepala Kantor Bulog Cabang Pangkalan Bun menyampaikan, saat ini digudang Bulog ketersediaan beras mencapai1.500 ton, 1.300 ton diantaranya bukan komersil sedangkan sisanya beras komersil.
"Dengan demikian ketersediaan beras di Kobar masih aman untuk 1 tahun, Jika kekurangan, pihaknya akan segera mendatangkan dari gudang Bulog dari luar daerah," ungkapnya, Kamis, 19 Maret 2020.
--page
Secara rinci jumlah stok yang ada saat ini untuk stok minyak goreng baik stok operasional dan stok DC (di kantor) 15.276 liter, stok daging beku 4.900 Kg, tepung terigu ada 3.520 Kg.
Adapun harga minyak goreng Rp12.500/liter, harga beras komersial jenis beras medium ukuran 50 Kg Rp430.000, karena harga beras komersial di gudang Rp8.600/Kg, beras jenis premium ukuran 5 Kg dengan harga Rp55.000 dan beras premium ukuran 10 Kg dengan harga Rp103.000. Sedangkan untuk harga tepung terigu Rp8.500/Kg.
Menyikapi covid-19, Pemkab Kobar akan selalu meningkatkan kordinasi untuk percepatan penangananya. Sehingga masyarakat jangan panik dengan selalu meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga covid-19 dapat dicegah. (DANANG/B-5)








