PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Politisi Partai Gerindra Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari meminta kepada penyelenggara pemilu untuk bisa mengawasi secara ketat dan tidak hanya akun-akun resmi dari para calon kandidat pemilihan kepala daerah atau Pilkada, tapi juga akun tidak resmi pendukung para paslon.

"Yang akun resmi media sosial para pasangan calon kemungkinan besar akan baik-baik saja, sopan-sopan saja. Yang dikhawatirkan justru akun tidak resmi ini," katanya, Jumat 20 Maret 2020.

Menurutnya akun tidak resmi ini bisa saja dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan kampanye hitam maupun berita tak benar.

"Kampanye hitam dan berita tidak benar yang mampu meresahkan dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat ini yang perlu diawasi ketat, baik oleh penyelenggara pemilu maupun oleh badan pengawas pemilu," tegas Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya ini.

Cara kampanye yang dilakukan menurut Tantawi bisa beragam dan dengan berbagai cara sesuai aturan yang berlaku pada saatnya nanti.

--page

"Yang kita mau, kampanyenya bersih. Yaitu fokus pada kelebihan calon dan tidak memulai konflik di antara kandidiat. Kampanye yang merusak citra lawan inilah yang kami maksud kampanye terselubung dan ini harus diawasi ketat," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)