BORNEONEWS, Sampit - Salah satu proyek multiyears yakni pembangunan jalan dari Cempaga menuju Pulau Hanaut dikhawatirkan tidak rampung sesuai dengan waktu.
Itu setelah DPRD Kotim melalui Komisi IV melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi tersebut. Anggota yang meninjau proyek itu yakni Pardamean Gultom, M Kurniawan Anwar dan Bima Santoso
Sisela-sela kegiatan pengecekan Bima Santoso sempat berbincang-bincang dengan salah seorang manager proyek. Salah satunya mengenai kendala apa yang dirqqqasakan saat pengerjaan.
“Mereka bilang aman tidak ada kendala. Tapi saya meragukan itu, karena bulan Mei ini sudah berakhir. Apalagi jika melihat kondisi pekerjaan sangat tidak meyakinkan bisa selesai,” kata Bima, Jumat, 20 Maret 2020.
Selain itu, kata dia ada jalan sepanjang 32 kilometer dengan kurang lebih jembatan box culvert. Sejauh ini hanya tergarap separu saja.
--page
"Artinya masih banyak juga yang belum, ini saya khawatir tidak selesai, meskipun selesai kualitas pekerjaan ini bisa saja asal-asalan, ini jadi titik perhatian kami,” tegasnya.
Bima juga mengingatkan kepada Pemkab Kotim untuk memperhatikan volume pekerjaan itu. Jangan sampai melenceng dari kontrak yang dibuat. Sebab, ada ruas jalan yang dianggap tidak sesuai dengan lebar dan ketentuan lainnya.
Dikatakan Bima mereka saaat meninjau itu ternyata di lapangan tidak ada pengawas proyek harusnya itu tidak sampai terjadi demikian. Pengawasa harusnya stanby di lapangan. (NACO/B-5)








