BORNEONEWS, Palangka Raya - Tokoh Adat Dayak Kalimantan Tengah, Andrie Elia mengharapkan kesadaran dari masyarakat untuk hidup penuh dengan toleransi di tengan wabah Covid-19 yang sedang merebak.
"Maksudnya yakni, jika merasa tidak sehat, maka jangan beraktivitas di luar rumah dan jangan berhubungan dengan orang lain. Dengan beristirahat di rumah, kita membantu upaya pemerintah sehingga tidak menimbulkan korban lainnya," kata Andrie, Jumat, 20 Maret 2020.
Sementara bagi yang merasa sehat, silakan beraktivitas. Namun, diingatkan untuk terus waspada selama menjalankan aktivitasnya.
"Hindari kerumunan massa jika tidak benar-benar diperlukan karena covid-19 ini merupakan wabah yang melanda global dan belum ada vaksin atau obatnya. Semua orang harus lebih mawas diri dengan menerapkan pola budaya bersih," tegas pria yang juga Rektor Universitas Palangka Raya ini.
Sebelumnya, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Leonard S Ampung membenarkan informasi yang sebelumnya disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran terkait adanya 2 orang positif Covid-19 di Palangka Raya.
--page
"Benar ada 2 pasien positif Covid-19 dan sekarang sedang dirawat di RSUD Doris Sylvanus," kata Leonard saat jumpa pers di kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 20 Maret 2020 sore. (TESTI PRISCILLA/B-11)








