BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, mengungkapkan, jumlah tenaga medis berbanding terbalik dengan ketersediaan alat pelindung diri (APD).
"Berdasarkan data yang ada, tenaga medis di Kalteng terdapat 298 orang dokter spesialis, 560 dokter umum, 6 ribu lebib perawat, dan lebih dari 3 ribu bidan," jelas Sugianto Sabran saat rapat koordinasi bersama bupati dan wali kota, Sabtu, 21 Maret 2020.
Namun, menurut Sugianto, saat ini Kalteng masih kekurangan APD yang wajib digunakan tim medis untuk penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien yang sudah dinyatakan positif covid-19.
"Saat ini sudah disiapkan anggaran Rp 50 miliar terkait penanggulangan covid-19, yang salah satunya digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan seperti masker dan APD," jelasnya.
Dia mengatakan, saat ini ketersediaan masker di Kalteng jumlahnya sekitar 1,2 juta, sementara jumlah penduduk Kalteng saat ini mencapai 2,7 juta jiwa.
--page
"Selain untuk pembelian APD anggaran itu juga digunakan untuk pembelian obat serta stok pangan agar masyarakat Kalteng tidak kekurangan pangan. Nantinya kami akan membeli hasil panen masyarakat. Dalam pelaksanaannya akan kita kerjasamakan dengan bulog," jelas Gubernur Kalteng.
Dia menambahkan, lantaran saat ini sudah ada 2 orang pasien positif covid-19, maka status siaga darurat ditingkatkan menjadi tanggap darurat virus corona. (WAHYU KRIDA/B-11)








