PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Di tengah maraknya isu virus corona yang menjadi ketakutan diseluruh kalangan hingga pemerintah mengambil beberapa kebijakan, bahkan dengan melakukan lockdown atau mengunci rapat pintu masuk keluar suatu daerah hingga menyebabkan masyarakat harus mempersiapkan sembako untuk kebutuhan selama masa lockdown.

Namun peristiwa ini tidak terjadi di Kabupaten Murung Raya, khususnya di kota Puruk Cahu yang menjadi pusat perekonomian. Bahkan aktivitas warga pada setiap pasar masih terbilang normal.

Salah satu pedagang Pasar Pelita Hilir mengaku bahkan pada 3 hari lalu kondisi pasar malah sepi dan sedikit para pembeli yang ada akibat dari isu virus Corona ini.

"Baru hari ini yang agak mulai normal seperti biasanya para pembeli mulai ramai. Selama 3 hari lalu cendrung sepi karena masyarakat takut keluar rumah menurut saya," ungkap Maya, pedagang Pasar Pelita Hilir ini, Minggu, 22 Maret 2020.

Ia menyampaikan kemungkinan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masyarakat tidak akan melakukan aksi borong memborong beberapa bahan pokok.

--page

"Saya rasa dalam waktu dekat ini masih tidak ada masyarakat yang melakukan aksi membeli bahan pokok dengan jumlah yang banyak untuk stok selama ramainya virus corona ini," tambahnya. (RIANSYAH/B-6)