BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur agar tidak menjual hasil panen padi para petani ke luar daerah. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan di tengah antisipasi penyeberan virus Corona atau Covid-19.
"Saya minta Kotim tidak menjual hasil panen padi keluar daerah. Karena pemerintah provinsi dan Bulog siap membeli hasil panen petani," ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, kepada Bupati Kotim Supian Hadi, saat teleconference, Selasa, 24 Maret 2020.
Gubernur meminta kepada Pemerintah Kotim agar memetakan daerah mana saja yang akan melakukan panen padi dalam waktu dekat ini. Sehingga, tim dari Provinsi Kalteng akan langsung turun melakukan pembelian.
Hal itupun langsung disambut baik oleh Bupati Kotim Supian Hadi. Karena dirinya mengaku bahwa mendapatkan keluhan dari petani padi yang bingung akan menjual kemana hasil panen mereka di tengah antisipasi Covid-19 di Kalteng ini.
Apalagi, pada April dan Mei 2020 mendatang, para petani di Kotim akan melakukan panen raya padi yang luasannya mencapai 10 ribu hekatere dengan hasil perkiraan 40 ribu ton gabah.
--page
"Saya sangat mengapresiasi kebijagan Gubernur Kalteng, dan saya akan sosialisasikan hal ini kepada petani mulai besok melalui Dinas Pertanian," kata Supian.
Selain itu, pemerintah Kotim juga akan selalu memantau perkembangan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Sehingga, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan mereka. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








