BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan bahwa dengan adanya rencana pembatasan aktivitas Bandara Tjilik Riwut selama 14 hari, sampel pasien suspek Covid-19 akan dialihkan ke Banjarbaru, bukan ke Jakarta atau Surabaya.
"Dengan adanya rencana penutupan bandara Tjilik Riwut selama 14 hari, berarti mulai minggu ini kita sudah bisa menggunakan laboratorium Kemenkes yang ada di Banjabaru untuk pemeriksaan sampel," kata Suyuti saat merilis perkembangan terkini penanganan Covid-19, di Media Center, kantor gubernur pada Minggu, 29 Maret 2020.
Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng itu mengatakan bahwa kalaupun laboratorium yang ada di Banjarbaru belum siap, maka sampel yang dikirimkan ke Banjarbaru tersebut akan diinapkan dan esoknya dikirim ke Surabaya.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung mengatakan bahwa aktivitas di Bandara Tjilik Riwut tidak sepenuhnya ditutup seperti yang digembar-gemborkan beberapa hari ini, hanya dilakukan pembatasan pada aksesnya.
--page
"Menanggapi rencana penutupan bandara mulai hari Senin, kami klarifikasi bahwa yang terjadi adalah pembatasan akses bandara Tjilik Riwut, jadi bukan ditutup dan tidak ada aktivitas," kata Leonard. (TESTI/B-7)








