LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tim penilai tingkat Kabupaten Lamandau terus melakukan penilaian terhadap desa-desa yang menjadi wakil setiap kecamatan pada lomba desa tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2020.

Seperti pada Rabu, 1 April 2020,  Camat Bulik, H Abdul Kohar, tim penilai kabupaten dari sejumlah instansi melakukan penilaian di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik.

Abdul Kohar mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya ada beberapa penilaian yang menjadi indikator dalam lomba desa. Mulai dari bidang pemerintahan, administrasi desa, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Adapun tim penilai kabupaten yang ikut melakukan penilaian pada lomba desa tersebut terdiri dari lintas sektor.

"Tim penilai kabupaten ini terdiri dari lintas sektor, seperti DPMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Disperindagkop dan juga perwakilan dari TP-PKK Kabupaten," jelasnya.

--page

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Bulik sengaja memunculkan desa lokal pada lomba desa tahun ini. Hal itu merupakan upaya dalam mendorong perkembangan desa lokal dalam bersaing dengan desa-desa eks transmigrasi yang biasanya dianggap lebih cepat maju.

"Pada saat penilaian tingkat kecamatan, sebenarnya ada tiga desa lokal yang kita siapkan untuk Lomba Desa tingkat kabupaten Lamandau itu, yakni Desa Batu Kotam, Desa Sungai Mentawa dan Desa Beruta," ujarnya.

Dari hasil tim penilai kecamatan, Desa Batu Kotam yang dinilai paling layak mewakili Kecamatan Bulik untuk lomba.

"Pada lomba desa tahun ini, kita memang tidak mengambil desa-desa eks transmigrasi. Kita mau menunjukkan bahwa desa-desa lokal pun mampu bersaing," terangnya.

Dengan ikutnya desa lokal pada lomba desa tingkat Kabupaten Lamandau tahun ini, diharapkan bisa merangsang desa lokal yang lainnya untuk lebih tertib administrasi, meningkatkan semua potensi yang dimiliki, memaksimalkan pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas pada beberapa indikator yang dinilai. (HENDI NURFALAH/B-11)