SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seluruh camat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta memantau pergerakan masyarakat dan memonitor kebutuhan bahan pokok, di tengah status siaga darurat virus corona atau Covid-19 ini. 

"Saya minta seluruh camat memantau pergerakan masyarakatnya. Baik yang keluar masuk dari daerah lain," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Kamis, 2 April 2020. 

Camat diminta agar memantau pergerakan masyarakat, terutama yang baru datang dari luar daerah. Apalagi, warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) banyak di wilayah kecamatan luar kota.

"Camat harus berkoordinasi dengan seluruh kepala desa. Agar pergerakan masyarakat, terutama pendatang bisa terpantau," kata Halikinnor. 

Dia juga meminta kepada pihak kecamatan untuk memonitor bahan pokok. Terutama hasil panen masyarakat agar tidak dijual ke luar daerah. Dan diminta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kotim saja. 

--page

"Jangan sampai nantinya hasil panen masyarakat dijual ke luar daerah. Terkecuali pangan yang bisa busuk. Namun harus utamakan dulu kebutuhan di Kotim ini," terang Halikinnor. 

Dia mengatakan, dampak Covid-19 ini harus bisa diantisipasi semaksimal mungkin. Jangan sampai malah meluas dirasakan masyarakat, baik dari kebutuhan pokok, perekonomian, dan kebutuhan pangan. 

"Yang pasti, kita harus selalu berdoa agar wabah ini bisa segera berakhir," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)