BORNEONEWS, Muara Teweh - Sejak dilaksanakannya pemeriksaan di Posko Gugus Tugas Covid-19 jalur darat 01 Kandui, sejak 26 Maret 2020 diketahui arus masuk ke kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara berkurang.
Kepala Koordinator Posko pemantauan Kandui, Godwin P mengungkapkan jika masyarakat yang masuk ke Barito Utara masih warga sopir angkutan barang dan mahasiswa pada hari ke-7 sedikit berkurang.
Sebelumnya arus masyarakat yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan serta Palangka Raya menuju Muara Teweh dan kabupaten tetangga Murung Raya, rata-rata 500-an orang.
“Hasil pendataan di lapangan, jumlah masyarakat yang memasuki Kabupaten Barito Utara terdata di bawah 500-an yakni sebanyak rata-rata 445 orang,” jelasnya.
Sesuai prosedur dalam pemeriksaan, masyarakat yang akan atau melintas ke Muara Teweh wajib memasuki bilik sterilisasi yang mengandung dettol selanjutnya dilanjutkan pendataan dan pemeriksaan suhu badan.
--page
Bila ada masyarakat yang pulang dari daerah zona merah diminta kesadarannya melakukan karantina mandiri selama 14 hari guna mencegah penyebaran Virus Corona di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Semua yang diperiksa memahami kondisi yang telah terjadi saat ini, dan berterima kasih dengan adanya pemeriksaan seperti ini,” ungkapnya. (RAMADHANI/B-6)








