BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Harga jual pisang Muli yang berasal dari pekebun di desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, ternyata ikut berimbas akibat penyebaran virus corona di berbagai daerah.
Meskipun tujuan pemasaran pisang ini, hanya di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, namun harga jualnya saat ini hanya Rp.3.500 per kilogram dari sebelumnya Rp. 5000 per kilogram.
“Memang kota Sampit menjadi tujuan pemasaran pisang muli, karna permintaan nya cukup tinggi jika di bandingkan dengan Kuala Pembuang, sehingga kami lebih memilih menjual nya kesana,” kata Syarifudin Sahri petani desa Bangun Harja, Kamis, 2 April 2020.
Menurut Syarifudin, menurun nya harga jual pisang muli, turut dipengaruhi sepinya warga yang menggelar hajatan seperti resepsi pernikahan dan acara syukuran lainya, imbas dari virus corona.
“Pisang muli, biasanya banyak di gunakan sebagai buah segar untuk di konsumsi langsung pada saat mengelar hajatan, karena kondisi saat ini, sangat berpengaruh terhadap sepi nya penjualan,” jelasnya.
--page
Selaku petani pisang, yang langsung membawa hasil kebun, untuk di jual ke tingkat pasar, Ia berharap kondisi seperti saat ini, bisa segera pulih, sehingga pendapatan para petani kembali meningkat. (FAHRUL/B-5)








