PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seiring dengan merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya sehingga membuat para pedagang ikut merasakan dampaknya, karena mengalami penurunan penghasilannya.

Fima Hidayanto, salah seorang pedagang yang menjajakan dagangannya di Jalan Tamanggung Tilung ini contohnya.

Dia mengatakan pendapatan warung juice buah miliknya menurun sejak diberlakukan social distancing.

“Kalau biasanya warung sejak buka pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB bisa dapat saja Rp 50.000 sampai Rp 250.000 per hari,” katanya, Jumat 3 Maret 2020.

Penurunan pendapatan di warungnya itu sejak seminggu terakhir dan kini dia hanya bisa meraup Rp 40.000 sampai Rp 80.000 dalam sehari.

--page

"Pembeli sangat sepi dan bisa dihitung jari, mungkin karena efek dari diterapkannya pembatasan publik," ujarnya.

Selain itu belakangan ini dagangannya sangat rugi, karena tidak mampu menutupi biaya operasional sementara itu untuk modal tidak kembali. (NOPRI/B-6)