PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah ditetapkannya status tanggap darurat Covid-19 di Wilayah Kobar, maka pengurus masjid harus mulai mengambil langkah waspada terhadap penyebaran covid-19.

Mengingat, salah seorang yang dinyataka positif corona inisial SB merupakan seorang yang rutin beramal ibadah dan juga merupakan pensiar agama.

Kabid Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Kobar, Arif Susanto mengatakan warga positif corona ini memiliki jaringan dan berkelompok, maka pihaknya akan petakan masjid manakah yang telah disinggahinya selama di Kobar.

"Kita akan segera mendapatlan informasi masjid mana yang memang sudah digunakan aktivitas kelompok ini sehingga, ini menjadi pertimbangan bagaimana pengelolaan masjid ke depan juga ditata laksanai secara untuk memastikan aktivitas ibadah itu mengurngi terhadap resiko kontak," ujarnya, Jumat, 3 April 2020.

Disampaikan, mereka ini sudah lebih dari 10 hari beraktivitas di masyarakat, sehingga perlu adanya traficking terutama keluarga dekatnya dan jemaah masjid yang ibadah. Perlu dilakukan rapid tes.

--page

"Saya rasa menjaga jarak di dalam masjid juga harus menjadi perhatian di masyarakat, sehingga tidak ada lagi yang mengabaikan faktor resiko didalam aktifitas ibadah," katanya.

Lanjutnya, ke depan yang harus dilakukan aksi kampanye social atau physical distancing, meskipun di dalam lingkungan keluarga, termasuk orang orang yang brlum di kenal, terutama di masjid.

"Bagi para jemaah msulim yang menjalankan ibadah di masjid harus bersikan waspada, karena banyak jemaah yang belum dikenal dan supaya mengatur jarak saat zikir dan lainnya," pungkasnya. (DANANG/B-6)