PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tenaga medis yang menangani pasien covid-19  bakal menempati Rusunawa di belakang RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagai tempat menginap dan karantina sampai kasus covid-19 ini usai.

Direktur RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun dr. Fachruddin mengatakan rusunawa ini sebenarnya telah digunakan oleh tenaga kesehatan sejak Jumat, 3 April 2020.  

"42 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat maupun petugas laboratorium  yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19 kita karantina di Rusunawa," jelas Fachruddin.

Pasalnya, menurut Fachruddin tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien covid-19, tidak mungkin pulang ke rumahnya lantaran beresiko membahayakan keluarga mereka.

"Karena itulah  di perlukan tempat khusus  karantina bagi tenaga kesehatan tersebut. Di rusunawa ini juga sudah ditempati  8 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Pelingkau yang sempat menangani pasien pertama yang positif covid-19 di Kobar," jelas Fachruddin.

--page

Menurut Fachruddin, walaupun berdasarkan rapid test para tenaga kesehatan tersebut negatif, namun mereka juga masih menunggu seminggu lagi untuk rapid test kedua," jelas Fachruddin.

Menurut Fachruddin, pada rusunawa tersebut terdapat 50 kamar. Kemudian dalam 1 terdapat 2 tempat tidur susun, sehingga rusunawa ini bisa menampung sekitar 100 orang. (WAHYU KRIDA/B-5)