PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mewabahnya virus corona atau covid-19 saat ini turut berdampak pada permasalahan ekonomi di antaranya penurunan drastis pendapatan harian. Seperti yang disampaikan Muslim warga Pamgkalan Bun bapak 2 anaknya yang setiap harinya berprofesi sebagai tukang ojek, saat ini pendapatannya dari pekerjaannya tersebut sangat jauh berkurang.

"Saya memang tidak mangkal disuatu tempat menunggu penumpang untuk menaiki ojek. Biasanya saya menunggu panggilan melalui WhatsApp langganan saya untuk antar jemput anak sekolah dan mengambil barang belanjaan di pasar serta antar jemput langganan ojek dari pasar," jelas Muslim, Jumat, 10 April 2020.

Namun menurut Muslim pasca mewabahnya covid-19 dan anak sekolah diliburkan tentunya pendapatannya saat ini bisa dikatakan menurun drastis.

"Biasanya perhari saya mendapatkan uang sekitar Rp 100 hingga Rp  150 ribu namun sejak adanya pasien corona di Kobar dan anak sekolah diliburkan saya hampir tidak ada pemasukan. Padahal ada sekitar 4 langganan antar jemput yang anaknya sekolah dari TK hinggga SMA," jelas Muslim.

Menurutnya hanya sesekali saja ia menerima orderan mengambil barang belanjaan  di pasar.

--page

"Orang-orang juga saat ini enggan naik ojek. Pendapatan saat ini hanya dari mengambilkan barang belanjaan di pasar saja. Itupun juga jarang. Saat ini untuk mendapatkan uang Rp 75 ribu saja sangat susah Mau ikut jadi buruh bangunan juga susah. Lantaran saat ini banyak pekerjaan pembangunan yang terhenti akibat dampak covid-19," ujar Muslim. (WAHYU KRIDA/B-5)