SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Sutrisno mengatakan bahwa pemerintah daerah menganggarkan Rp 5 miliar untuk penyediaan masker.

"Ini antara gabungan RSUD dan Dinas Kesehatan, kita anggarkan hampir sekitar Rp 5 miliar," ucap Sutrinso, Jumat, 10 April 2020.

Menurutnya, masker tersebut nantinya akan disebar ke seluruh penduduk, mengingat adanya perintah dari WHO agar seluruh masyarakat menggunakan masker untuk menghindari penyebaran virus corona.

"Waktu itu harga masker protoaktif juga yang sebelumnya Rp 5.000 per pieces menjadi harga Rp 11.000 per pieces," ujarnya.

Untuk mengatasi kelangkaan masker, lanjutnya, salah satunya adalah dengan memproduksi masker kain. Sebab, makser tersebut bisa digunakan untuk masyarakat yang sehat.

--page

"Yang namanya masker itu punya spek khusus dan hanya kesehatan yang tahu, karena ada penangkal virus dan sebagainya. Setelah berjalan seiringnya waktu, ternyata kita bisa memproduksi masker dengan berbahan dasar kain yang dibuat beberapa lapis," ungkapnya.

"Direktur rumah sakit juga sudah menyatakan bahwa masker yang dijahit itu tidak standar dan tidak direkomendasikan untuk tenaga medis. Tetapi kalau untuk masyarakat diperbolehkan," tutur Sutrisno. (NORHASANAH/B-7)