SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Sekda Sukamara, Sutrisno mengatakan anggaran yang pemerintah daerah siapkan untuk covid-19 hanya untuk resiko tertinggi.

"Anggaran yang kita siapkan ini adalah untuk estimasi resiko tertinggi, karena lebih baik kita mencegah dengan kualitas tertinggi daripada nanti setelah ada ledakan kita bingung mencari anggaran," ucapnya, Jumat, 10 April 2020.

Menurutnya anggaran yang berasal dari pusat juga harus di-refocusing untuk penanganan Covid- 19, karena wabah virus corona tidak bisa dipastikan sampai kapan akan berakhir.

"Terkecuali untuk yang penandatanganan yang sudah di bawah tanggal 7 Maret itu boleh dilanjut, kalau sebelumnya itu semua diarahkan untuk covid-19," ujarnya.

"Alhamdulillah untuk anggaran kita setingan-setingan sudah tertata dan sudah dalam proses," ujarnya. Sekda menerangkan bila anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan covid-19 tidak terpakai, maka akan dikembalikan pada perubahan anggaran.

--page

"Kalau seandainya nanti sudah kita anggarkan berapa, tetapi alhamdulillah ternyata corona telah berakhir, maka anggaran tersebut di perubahan nanti bisa kita rasionalkan kembali seperti semula," imbuhnya.

Pemkab Sukamara refocusing atau mengalihkan anggaran dari kegiatan fisik 2 persen untuk semua dinas, Bimtek pegawai negeri dan perjalanan dinas dipotong antara 25 persen sampai 50 persen. (NORHASANAH/B-6)