PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak berkembangnya wabah Covid-19, juga berdampak krisis ekonomi bagi banyak pelaku usaha. Salah satu jenis usaha yang terdampak adalah industri pariwisata.

Salah seorang pelaku wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yaitu Yomie Kamale, Sabtu, 11 April 2020 menuturkan sejak awal tahun 2020 pihaknya sudah mengalami penurunan jumlah wisatawan.

"Kondisi ini sudah terasa di awal Januari 2020, ketika di China mengumumkan wabah covid-19 semakin membesar. 

Dari awal Januari sampai pertengahan maret kami turun penghasilan 50-70%," jelas Yomie.

Setelah itu, menurut Yomie pasca mulai masuknya wabah covid-19 di Kalteng dan juga melanda Kabupaten Kobar dan keputusan menutup kunjungan wisata ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) saat ini tidak ada lagi pemasukan bagi mereka dari usaha wisata.

--page

"Saat ini sudah zero atau nol penghasilan dari usaha wisata. Walau demikian kami bisa memahami keputusan tersebut merupakan upaya dan pencegahan penyebaran covid-19," jelas Yomie.

Yomie menceritakan, untuk memperoleh penghasilan sementara ini beberapa rekannya yang berprofesi sebagai guide atau juru masak banting stir bekerja dibidang lain 

"Ada yang jadi kuli, membuat arang, nelayan, asisten rumah tangga hingga jualan makanan. Namun banyak juga yang terpaksa tinggal di rumah menggunakan dana seadanya," jelas Yomie. (WAHYU KRIDA/B-5)