PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai pihak yang menggeluti usaha jasa di bidang pariwisata, para pelaku wisata yang ada di Kotawaringin Barat (Kobar) hanya bisa menunggu kondisi wabah covid-19 usai agar bisa kembali menggeluti profesinya tersebut.

Yomie Kamale seorang pelaku wisata di Kabupaten Kobar, Sabtu, 11 April 2020 mengatakan ia secara pribadi sudah mempersiapkan rencana untuk bertahan hidup bila terjadi kondisi terburuk.

"Bagi saya mungkin paling terburuk adalah menjual aset untuk bertahan hidup. Mungkin hal yang sama juga dipikirkan oleh rekan saya yang lain," jelas Yomie.

Terkait bantuan bagi para pelaku wisata yang terdampak secara ekonomi akibat wabah covid-19, ia mengaku pernah mendengar akan adanya bantuan dari Kementerian Pariwisata.

"Dari Kementrian pariwisata memang sudah melakukan pendataan lewat dinas pariwisata terkait dampak ini bagi pelaku wisata semuanya," jelas Yomie.

--page

Meskipun ada rencana tersebut, lanjut Yomie, ia dan beberapa rekannya tetap tidak terlalu banyak berharap.

"Mungkin nanti akan ada keluar bantuan atau jaring sosial. Tapi kami tidak berharap banyak. Bila hal itu  terwujud,  alhamdulillah dan misalkan tidak ya kita berusaha dari usaha lainnya," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/B-5)